Sabtu, 29 Oktober 2011

Remaja, Orang tua (siapa yang bersalah?)

        Mungkin tidak akan cukup satu kali untuk membahas masalah ini, mengapa demikian? Seperti kita tahu bahwa belakangan ini banyak sekali aksi -aksi yang dilakukan para remaja yang dapat amat sangat merugikan. Contoh yang paling sering terjadi antara lain TAWURAN . Tentu kita tahu tauran sering terjadi belakangan ini tentu saja ini tidak dapat di biarkan karena dapat mengagangu kenyamanan, keamanan dan merusak moral anak bangsa. Sayang mau di kata remaja adalah pelaku terbanyak dalam peristiwa tawuran baik itu mahasiswa, remaja SMA bahkan SMP pun tak luput dari aksi tawuran tersebut. Seringkali tawuran dipicu karena hal-hal yang sepele misalnya saja berebut pacar, di lecehkan, dan sebagai nya.Permasalahan yang seharusnya hanya menjadi candaan dan gurauan di anggap sebagai pemicu terjadinya tawuran di kalangan remaja.
        Namun apa hanya itu saja yang menyababkan remaja berlaku demikian? Mungkin tidak ada hal lain yang menyebabkan remaja menjadi cepat emosi dan berlaku sesukanya, kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua juga salah satu faktor yang dapat menjadikan remaja berlaku sesukanya. Masa remaja sebenarnya adalah masa pertengahan antara anak-anak dan dewasa, jadi di masa ini remaja butuh tuntunan dari orang yang lebih tua atau mengerti tentang apa yang harus ia lakukan di masa remaja termasuk orang tuanya. Orang tua Merupakan peranan penting yang sangat di butuhkan remaja, orang tua merekalah yang nantinya harus mengajarkan atau menuntun mereka supaya dapat mengekspor kreatifitas mereka.
         Namun bagaimana jika orang tua tersebut tidak perduli terhadap anak mereka? Tentu saja ini sangat berpangaruh terhadap si anak, anak tersebut akan menganggap orang tuanya sudah tidak peduli terhadap dia. Ini juga dapat menyebabkan anak menjadi tidak betah di rumah dan lebih senang di luar rumah untuk mendapatkan apa yang dia ingin kan termasuk perhatian, yang ia tidak dapat kan dari orang tuanya. Inilah yang menjadi penyebab anak menjadi berbuat sesukanya. Karena itu dalam hal ini komunikasi sangat di butuhkan untuk memberi pengertian kepada orang tua dan anak. Agar orang tua dan anak dapat saling mengerti satu sama lain.
jadi intinya tidak ada yang bersalah, hanya komunikasi yang di butuhkan.
Ada yang mengatakan  "Always Listening Always Understanding".

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © Secret in Life | Theme by BloggerThemes & frostpress | Sponsored by BB Blogging